Pra Jabatan

Pra Jabatan adalah salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh CPNS sebagai salah satu syarat untuk menjadi PNS. Saya kebagian jadwal Pra Jabatan pada bulan Maret 2016 di Pusdiklat Kemdikbud Sawangan, Depok selama 15 hari, lalu di kantor selama 15 hari, lalu kembali ke Pusdiklat lagi selama 3 hari.

Saat itu usia Rafa (anak saya) masih 2 bulan. Sedihnya bukan main. Sebenernya bisa aja sih diundur jadwalnya, tapi saya pikir lebih baik Rafa saya tinggal saat masih bayi dan belum terlalu ‘ngerti’ daripada harus meninggalkan Rafa ketika dia sudah kenal banget dengan saya (lebih baik lagi kalau ga ditinggalin, huhu). Dan sebenernya juga bisa sih bawa anak ke tempat diklatnya, disana disediakan kamar khusus untuk yang membawa keluarga, tapi harus bawa yang ngasuh tentunya. Awalnya, saya memutuskan untuk tidak bawa Rafa dulu kesana, saya mau lihat situasi dan kondisi disana dulu, memungkinkan atau tidak, nyaman atau tidak. Setelah sampai disana, saya adaptasi dengan jadwal kegiatan, saya observasi tempat, tanya-tanya juga dengan teman yang membawa anak kesana, dan akhirnya saya putuskan untuk tidak membawa Rafa tinggal bersama saya disana.

Rafa pernah mengunjungi saya setelah seminggu saya disana dan hanya menginap satu hari saja, itupun karna saya kangen berat dan persediaan ASI di rumah sudah habis, jadi sekalian suami bawa stok ASI yang saya kumpulkan selama disana, sekalian kangen-kangenan sama Rafa. Disana pun Rafa malah demam, jadinya sepanjang malam rewel, sedih banget.

Kenapa saya tidak bawa Rafa kesana?

Saat itu pertimbangan yang cukup memberatkan adalah pengasuh Rafa alias Ibu saya. Kalau saya bawa Rafa beserta Ibu saya kesana, kasian Ibu saya. Disana beliau harus cari makan sendiri, ketika saya di kelas beliau juga sendirian, sementara Ibu saya tidak biasa sendirian, kalau di rumah kan banyak yang bantu dan temenin, termasuk ada suami saya. Anak saya pun masih 2 bulan, yang artinya masih bayi banget. Masih sering pipis dan pup, minum ASI masih 2 jam sekali, masih harus bergadang setiap malam. Mau bawa orang lain lagi, siapa?

Continue reading “Pra Jabatan”

CPNS ke PNS

Di tulisan sebelumnya, saya udah cerita tentang proses menjadi CPNS. Kali ini saya akan cerita proses perubahan dari CPNS menjadi PNS.

Setelah dinyatakan lulus menjadi CPNS (pengumuman via web), saya harus melakukan pemberkasan. Jadi saya diharuskan mengumpulkan berbagai berkas administrasi dalam waktu singkat, seperti ijazah yang sudah dilegalisir dan surat keterangan sehat jasmani dan rohani.

Nah setelah pemberkasan, masa-masa galau pun dimulai. Kenapa galau? Karena tidak ada kabar apapun lagi, baik dari website kemendikbud ataupun dari instansi tempat nantinya saya bekerja. Untungnya saya belum keluar dari pekerjaan saya sebelumnya, sehingga sambil menunggu panggilan kerja saya tidak menganggur. Ketidakpastian pekerjaan ini membuat saya sempat mengira bahwa saya tidak jadi menjadi CPNS, haha. Sempat kepikiran bagaimana kalau Kemdikbud tiba-tiba membatalkan kelulusan karna pemberkasan yang tidak sesuai.

Sampai akhirnya di bulan Desember 2015, saya mendapat panggilan untuk mulai bekerja. Panggilannya pun mendadak, ditelepon di hari Jumat untuk masuk hari Senin. Saya pikir hanya perkenalan lingkungan dulu di hari pertama (dipikir sekolah neng?) tapi ternyata langsung masuk kerja biasa dan bikin saya kalang kabut karena saya belum resign dari tempat kerja sebelumnya. Akhirnya resign pun dilakukan via telepon karena tidak ada waktu untuk bertemu langsung (ini beneran, bukan sok sibuk, tapi jadwalnya ga match).

Total menunggu dari pemberkasan sampai akhirnya dipanggil kerja kurang lebih 10 bulan. Luar biasa kan? Saat pemberkasan saya belum nikah, saat dipanggil untuk masuk kerja saya sedang hamil 7 bulan. Btw, SK CPNS saya sebenarnya dari bulan April 2015, tapi karena satu dan lain hal saya baru bisa masuk kerja di bulan Desember 2015. Ga masalah sih. Hehe.

Untuk menjadi PNS, saya harus mengikuti kegiatan Pra Jabatan dan tentunya berkinerja baik. Saya kebagian jadwal pra jabatan di bulan April 2016. Tentang pra jabatan akan saya ceritakan di tulisan berikutnya yaaa.

Setelah lulus pra jabatan, saya tidak bisa langsung jadi PNS, saya masih harus tes kesehatan lagi. Dan akhirnya SK PNS turun di bulan Januari 2017.  Alhamdulillah.

Intinya, proses menjadi seorang PNS atau sekarang namanya ASN itu bukanlah perjuangan yang mudah dan sebentar, harus banyak bersabar dan mengurangi berkeluh kesah.